Concreteresearch.org – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menghadiri launching tim dan jersey Adhyaksa FC Serang—klub binaan Kejaksaan—di Hotel Aston, Kota Serang, Selasa, 9 September 2025. Sejumlah kepala daerah dari kabupaten/kota se-Provinsi Banten turut hadir, memperlihatkan bahwa sepak bola bukan sekadar pertandingan, melainkan jembatan kolaborasi.
Read More : Infrastruktur! Proyek Tol Serang-panimbang Seksi 2 Resmi Dibuka, Akses Serang Ke Jakarta Lebih Cepat!
Berangkat dari Pendopo sekitar pukul 12.00 WIB, Bupati memastikan agenda administratif tetap dituntaskan. “Hari ini saya akan menghadiri acara launching tim dan jersey Adhyaksa FC,” ujarnya singkat sebelum berangkat—sebuah pernyataan yang sederhana namun tegas: seremonial boleh meriah, pelayanan publik tak boleh jeda.
Pesan Kunci: Pemerintahan Aktif, Berkas Ditandatangani Hampir Setiap Hari
Di sela kegiatan, Bupati menegaskan roda pemerintahan Kabupaten Serang berjalan normal. “Alhamdulillah berjalan normal. Roda pemerintahan Kabupaten Serang berjalan seperti biasanya,” tegasnya. Ritme kerja dijaga: penandatanganan berkas-berkas pemerintahan dilakukan nyaris setiap hari, memastikan keputusan tidak menunggu seremoni.
Momentum olahraga ini bersambung dari agenda serius: Senin, 8 September 2025, Bupati mengikuti rapat di Kemenko Pangan, Jakarta. Rantai kebijakan publik—dari pangan hingga olahraga—dirangkai dalam disiplin waktu yang sama: konsisten, terukur, dan saling menopang.
Baca juga: Tarif, Abah Otong Serang Banten
Profil Singkat Adhyaksa FC: Dari Liga 3 ke Liga 2
Adhyaksa FC adalah juara Liga 3 2023/24 yang promosi ke Liga 2 2024/25. Klub ini berada di bawah naungan Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja)—ikhtiar Kejaksaan menjalankan Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan sepak bola nasional. Olahraga menjadi medium edukasi karakter, disiplin, dan kebanggaan daerah.
Peluncuran tim dan jersey boleh jadi selebrasi visual. Namun substansinya lebih dalam: penguatan ekosistem olahraga, sinergi pemerintah-penegak hukum-daerah, dan komitmen layanan publik yang tidak berhenti. Di Kabupaten Serang, bola bergerak di lapangan—dan berkas bergerak di meja pelayanan. Keduanya dikejar dalam tempo yang sama: cepat, rapi, dan bertanggung jawab.