Concreteresearch.org – Disdukcapil Kabupaten Serang terus berinovasi dalam memberikan layanan adminduk dengan pendekatan “jemput bola”. Program ini hadir di berbagai kecamatan di Kabupaten Serang, salah satunya di Kecamatan Cinangka. Pada 23 September 2025, Disdukcapil menggelar Gebyar Adminduk Dukcapil Kolaborasi Desa dan Puskesmas yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Read More : Pemprov Banten Gelar Program Vaksinasi Massal Gratis
Gebyar Adminduk ini menawarkan berbagai layanan administrasi, mulai dari pembuatan dan perbaikan Kartu Keluarga (KK), pencetakan KTP, Kartu Identitas Anak (KIA), Akta Kelahiran, hingga Akta Kematian. Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang, Warnerry Poetri, menjelaskan bahwa hampir semua layanan tersedia, termasuk perbaikan data, perekaman KTP, serta layanan perubahan data kependudukan lainnya.
“Layanan ini untuk memudahkan masyarakat yang tidak bisa datang langsung ke kantor dinas atau UPT. Dengan program jemput bola, masyarakat lebih mudah mengakses layanan administrasi tanpa biaya,” kata Warnerry.
Kegiatan Berkelanjutan di Kabupaten Serang
Melihat antusiasme masyarakat, Warnerry memastikan bahwa Gebyar Adminduk akan dilaksanakan secara berkelanjutan di desa atau kecamatan lain di Kabupaten Serang. “Jika masyarakat belum sempat datang, mereka bisa datang ke UPT atau kantor dinas yang menyediakan layanan serupa,” tambahnya.
Di Kecamatan Cinangka, sekitar 700 warga telah terdaftar untuk mendapatkan layanan, sementara lebih dari 1.000 warga datang langsung ke lokasi acara untuk memanfaatkan layanan tersebut.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Kubang Baros, Aang Fathoni, yang mengapresiasi program pemerintah daerah. “Ini adalah bentuk perhatian pemerintah untuk langsung hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, dukungan dari Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfo) Kabupaten Serang juga sangat penting, karena mereka mempermudah akses layanan dengan aplikasi Serang Bahagia yang menyediakan berbagai layanan administrasi secara terintegrasi.
Sosial dan Kesehatan: Layanan Tambahan yang Berarti
Selain layanan administrasi, kegiatan ini juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis oleh Puskesmas Cinangka. Kepala Diskominfo menambahkan bahwa kedepannya layanan ini akan semakin berkembang dengan sistem layanan satu pintu yang lebih mudah diakses masyarakat. Bahkan, kedepan, layanan seperti SKCK juga diharapkan dapat masuk ke dalam sistem ini.
Sebagai bentuk kepedulian, santunan juga diberikan kepada para janda yang hadir dalam kegiatan tersebut. “Kami berharap layanan ini bisa mengurangi beban masyarakat dan semakin mendekatkan pemerintah dengan masyarakat,” ujar Haerofiatna.
Gebyar Adminduk Dukcapil Kolaborasi Desa dan Puskesmas ini bukan hanya soal layanan administrasi, tetapi juga memperlihatkan kolaborasi pemerintah daerah dalam mendekatkan diri kepada masyarakat. Dengan antusiasme warga yang sangat tinggi, program ini berpotensi menjadi model layanan pemerintahan yang lebih efisien.